Pesta Telah Usai
Pesta telah berakhir. 17/12 rangkaian acara Jogja-NETPAC Asian Film Festival ke enam (JAFF#6) telah usai. Festival yang mengajak penontonnya untuk melihat keanekaragaman permasalahan sosial ini ditutup dengan film “Bi Don’t Be Afraid”. Film yang berasal dari Vietnam, berdurasi 93 menit dan disutradarai oleh Phang Dang Di berhasil membuat kursi Societet Taman Budaya Yogyakarta (TBY) yg berjumlah 280 penuh dengan penonton.
Sebelum pemutaran film, JAFF melakukan beberapa ceremony yang membuktikan konsistensinya dalam mendukung perkembangan film Asia. Sambutan presiden dan direktur JAFF beserta Penyerahan ketujuh penghargaan dari JAFF yaitu Golden Hanoman Award, Silver Hanoman Award, Geber Award, Netpac Award, Blencong Award dan dua penghargaan baru di JAFF yaitu Life Time Achievement beserta Jury Special Mention Menjadi pembuka closing ceremony JAFF#6. Life Time Achievement diberikan oleh Garin Nugroho dan Budi Irawanto kepada Slamet Rahardjo Djarot sebagai aktor yang tetap berkibar di usia senjanya. NETPAC Award, Geber Award, Blencong Award, Special Mention, Silver Hanoman Award dan Golden Hanoman Award. Penyerahan award ini dihadiri oleh beberapa juri yaitu Jason Iskandar (juri komunitas), Lionel Monier dan Lulu Ratna (juri film pendek/ Light of Asia).
Selama lima hari berlangsung JAFF#6, sebanyak 4125 penonton memenuhi festival yang diadakan di tiga venue berbeda, TBY, LIP dan XXI. Setiap harinya hampir 1000 orang datang untuk menyaksikan pemutaran berbagai sinema dari Asia. Tidak hanya jumlah penonton, keberadaan forum komunitas juga bertambah setiap tahunnya. Tahun lalu JAFF menghadirkan sekitar 30 forum komunitas, tahun ini JAFF menghadirkan 50 forum komunitas dari berbagai daerah di Indonesia. Mulai dari Bandung, Surabaya, Semarang, Salatiga, Makasar, Cimahi, Malang dan Yogyakarta.
Penutupan JAFF#6 tahun ini diharapkan bisa menjadi pembuka JAFF di tahun kedepannya. Perkembangan penonton dan komunitas yang hadir dalam festival ini bisa menjadi tolok ukur semakin dihargainya apresiasi kesenian oleh masyarakat Yogyakarta. Semakin tinggi jumlah penonton dan komunitas yang berpartisipasi semakin banyak pula masyarakat yang melihat bahwa sinema tidak hanya sekedar film yang diputar di bioskop saja. Tetapi lebih dari itu, masih banyak sinema dengan tema dan sudut pandang berbeda yang memberikan warna tersendiri bagi perkembangan sinema. Semua ini dibuktikan dengan penuhnya penonton dalam pemutaran film pendek dan sinema asli Indonesia. Kedua kecenderungan ini bisa dijadikan barometer baru bagi perkembangan pola menonton dan bersinema di Yogyakarta.
Presiden Festival: GARIN NUGROHO
Direktur Festival: BUDI IRAWANTO
Wakil Direktur Festival: AJISH DIBYO
Koordinator Festival: GUNDHI ANDITYA
Kurator: PHILLIP CHEAH
Dewan Program: IFA ISFANSYAH – YOSEP ANGGI – DAMAR ARDI
Contact Person:
Sabina G Sahasrakirana
+6285729014808
eugene.sabina@gmail.com
Publicist 6th JAFF 2011
Jl. Jayeng Prawiran No. 18
Pakualaman, Yogyakarta 55112
Phone +6274540249
Email publicist.jaff2011@gmail.com
www.jaff-filmfest.com
Update Berita lainnya:
Jogja Asian Film Festival 2011 Meriah | Suara Merdeka
Film Iran Jadi Pembuka Festival Film Asia | Kompas.com
JAFF Hari Ke-2, Putar Film Lovely Man | JogjaNews.com
Bapakku Seorang Waria | Kompasiana.com
Jogja Asian Film Festival Digelar | Suara Merdeka
Pembelian Tiket “The Raid” Mengular | Gudeg.Net
Keanekaragaman Film Asia Hadir di JAFF | MetroTV-News





