

Diberitahukan kepada para penonton, bahwa pemutaran film MERANTAU tanggal 6 Agustus 2009 kami batalkan dengan alasan sebagai berikut :
SEMINAR INTERNASIONAL JOGJA-NETPAC ASIAN FILM FESTIVAL (JAFF) 2009
DREAM OF A NATION: CINEMA, IDENTITY, AND NATIONALISM
“From Palestine, Sri Lanka, Korea, to Indonesia”
4th Jogja-NETPAC Asian Film Festival Pesta akbar film Asia kembali digelar di kota ini. Pesta yang bertajuk “4th Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF)” ini akan diselenggarakan pada tanggal 4-8 Agustus 2009 di seputaran Taman Budaya Yogyakarta, Lembaga Indonesia Perancis, beberapa kampung dan sekolah di Jogjakarta. Sebagai festival yang selalu mengangkat tema-tema sosial (themed festival), JAFF hadir di tahun pertama dengan memberi perhatian pada bagaimana sinema berperan di tengah krisis akibat bencana alam dan sosial yang menyebabkan perubahan di tengah masyarakat (“Cinema in The Midst of Crisis” – JAFF 2006). kemudian bagaimana sinema dapat memberi ruang pertemuan simbolik berbagai komunitas yang mengalami dislokasi sosial akibat proses perubahan (“Diaspora” – JAFF 2007), dan di tahun ketiga JAFF hendak menegaskan kembali kekuatan sinema dalam menebarkan nilai-nilai keutamaan yang bersumber pada religiusitas serta ikut menyumbang bagi proses perubahan sosial (“Metamorfosa – JAFF 2008). Tahun ini, JAFF kembali hadir, dengan menyoroti perubahan-perubahan makna tanah air dengan mengusung tema besar HOMELAND.
Setiap tahun ketika Saya bekerja dengan JAFF, Saya selalu terkejut bahwa kami berhasil melaksanakannya. Tiap tahunnya merupakan perjuangan yang luar biasa. Dan ini merupakan kesadaran yang dalam bahwa festival ini merupakan hadiah bagi kalian, kontribusi JAFF dalam dunia perfilman di Jogjakarta.
Jogja-NETPAC Asian Film Festival kali ini hadir dengan tema yang menarik, yaitu "Tanah Air (Homeland)". Mungkin hanya persepsi saya bahwa tema itu menjadi menarik, namun ketika bangsa Indonesia baru saja menggelar pesta demokrasi dan JAFF merespon pesta demokrasi tersebut dengan cara mengasah kembali makna nasionalisme dengan mengangkat tema Tanah Air, adalah sesuatu yang menarik.
Sebuah festival film semestinya menjadi “rumah” bagi para pembuat film untuk mempertontonkan karya terbaiknya dan ruang intim untuk berdialog dengan penontonnya. Inilah janji yang kami ikrarkan tatkala mengorganisir Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) tiga tahun silam. Pada JAFF tahun ini kami masih memegang teguh janji itu dan berusaha menerjemahkan sebaik mungkin lewat program yang kami rancang.
JAFF, sebagai sebuah festival film, JAFF tidak hanya menghadirkan tontonan film saja, namun juga program Public Lecture. Salah satu program public lecture JAFF tahun ini adalah workshop yang berjudul "Global Fund : Rise, Deal, and Shine!". Acara ini akan digelar pada hari Kamis (6/8/2009) dan bertempat di Taman Budaya Yogyakarta. Tujuan dari diadakannya workshop ini adalah memotivasi para pegiat film untuk berani mandiri dalam mendanai ide film yang mereka buat.
Page 1 of 2