image
Amir Muhammad/70 mins/Malaysia/2009

Malaysian Gods

Pada bulan September 1998, Anwar Ibrahim digulingkan dari kedudukannya sebagai Deputi Perdana Menteri Malaysia. Pemberhentian...Intip
 

Press Room

JAFF 2009

Finally 5 days festival is done. We would like to say THANK YOU VERY MUCH for all our sponsors, media partners, filmmakers, guests, film communities, and everyone who support us to provide a great festival this year. Beside, We would like to say SORRY if there's any inconvenience during festival and We hope that next year we can present a better JAFF.

Here the results of the film competition:

1. Golden Hanoman : Agrarian Utopia  ( Uruphong Raksasad , Thailand )
2. Silver Hanoman : Slingshot Hiphop ( Jackie Salloum , Palestina )
3. NETPAC Award : Agrarian Utopia ( Uruphong Raksasad , Thailand )
4. Geber Award : The Goat ( Adolfo Alix , Philipines )
5. Blencong Award : A la Folie  (  Sanif Olex , Singapore )

CONGRATULATION!

At last, if you have any question about JAFF 2009 please do not hesitate to contact us and See you Next Year!!


Best Regard
Jogja-NETPAC Asian Film Festival 2009
 

TENTANG PENGGANTIAN PEMUTARAN FILM “MERANTAU”

TENTANG PENGGANTIAN PEMUTARAN FILM “MERANTAU”

Diberitahukan kepada para penonton, bahwa pemutaran film MERANTAU tanggal 6 Agustus 2009 kami batalkan dengan alasan sebagai berikut :

   

SEMINAR INTERNASIONAL JOGJA-NETPAC ASIAN FILM FESTIVAL (JAFF) 2009 DREAM OF A NATION: CINEMA, IDENTITY, AND NATIONALISM

SIARAN PERS

SEMINAR INTERNASIONAL JOGJA-NETPAC ASIAN FILM FESTIVAL (JAFF) 2009
DREAM OF A NATION: CINEMA, IDENTITY, AND NATIONALISM
“From Palestine, Sri Lanka, Korea, to Indonesia”

   

Jogja-NETPAC Asian Film Festival 4th

4th Jogja-NETPAC Asian Film Festival Pesta akbar film Asia kembali digelar di kota ini. Pesta yang bertajuk “4th Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF)” ini akan diselenggarakan pada tanggal 4-8 Agustus 2009 di seputaran Taman Budaya Yogyakarta, Lembaga Indonesia Perancis, beberapa kampung dan sekolah di Jogjakarta. Sebagai festival yang selalu mengangkat tema-tema sosial (themed festival), JAFF hadir di tahun pertama dengan memberi perhatian pada bagaimana sinema berperan di tengah krisis akibat bencana alam dan sosial yang menyebabkan perubahan di tengah masyarakat (“Cinema in The Midst of Crisis” – JAFF 2006). kemudian bagaimana sinema dapat memberi ruang pertemuan simbolik berbagai komunitas yang mengalami dislokasi sosial akibat proses perubahan (“Diaspora” – JAFF 2007), dan di tahun ketiga JAFF hendak menegaskan kembali kekuatan sinema dalam menebarkan nilai-nilai keutamaan yang bersumber pada religiusitas serta ikut menyumbang bagi proses perubahan sosial (“Metamorfosa – JAFF 2008). Tahun ini, JAFF kembali hadir, dengan menyoroti perubahan-perubahan makna tanah air dengan mengusung tema besar HOMELAND.

   

FOCUS ON PALESTINE (Solidaritas Asia Bagi Palestina)

Setiap penyelenggaraannya JAFF selalu mempunyai program khusus untuk merespon keadaan social dan perkembangan sinema salah satu negara di Asia. Setelah Malaysia, Korea, Filipina  dan Singapura, kini giliran Palestina yang menjadi salah satu program khusus JAFF 2009. Keberhasilan sinema Palestina dalam mencuri perhatian publik internasional di berbagai festival dan konflik tanah air yang tidak kunjung selesai merupakan salah satu alasan utama JAFF memilih Palestina sebagai penerjemahan tema tahun ini.
   

Festival Sinema Asia Terbaik di Indonesia

Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) adalah satu-satunya festival film yang memfokuskan diri  pada perkembangan sinema Asia. Tahun ini merupakan tahun keempat penyelenggaraan JAFF di Jogjakarta. Selama empat tahun penyelenggaraannya, JAFF bekerjasama dengan NETPAC (Networking and Promoting For Asian Cinema), sebuah lembaga film yang dibentuk oleh pelaku-pelaku film dari berbagai negara di Asia dan berpusat di Srilanka. Film-film yang disajikan dalam penyelenggaraan JAFF dikuratori oleh Philip Cheah (Singapore International Film Festival), salah satu tokoh besar dalam perkembangan sinema di Asia. Setiap tahun, JAFF juga selalu memberikan penghargaan kepada film-film terbaik di Asia ("Men at Work" – Mani Haghighi-Iran, “Crossing The Dust” – Shawkat Amin Korki-Kurdistan pada tahun 2007 dan “Kantata Takwa” – Gotot Prakosa&Eros Djarot-Indonesia) dan tokoh-tokoh film nasional (Dedy Mizwar, Jajang C. Noer, Hanung Bramantyo, Melly Goeslaw, Nirina Zubir, dll).
   

Message to the Faithful

Setiap tahun ketika Saya bekerja dengan JAFF, Saya selalu terkejut bahwa kami berhasil melaksanakannya. Tiap tahunnya merupakan perjuangan yang luar biasa. Dan ini merupakan kesadaran yang dalam bahwa festival ini merupakan hadiah bagi kalian, kontribusi JAFF dalam dunia perfilman di Jogjakarta.

   

Festival President Message

Kritik untuk Pemerintah

Jogja-NETPAC Asian Film Festival kali ini hadir dengan tema yang menarik, yaitu "Tanah Air (Homeland)". Mungkin hanya persepsi saya bahwa tema itu menjadi menarik, namun ketika bangsa Indonesia baru saja menggelar pesta demokrasi dan JAFF merespon pesta demokrasi tersebut dengan cara mengasah kembali makna nasionalisme dengan mengangkat tema Tanah Air, adalah sesuatu yang menarik.

   

Notes on Dedicated Person in Indonesian Cinema

Nia Zulkarnaen: Memproduksi Film dengan Hati

Vanya Zulkarnaen, biasa dikenal dengan Nia Zulkarnen, lahir ditengah-tengah kegemerlapan dunia para bintang. Ia lahir tanggal 19 Juni 1970 di Jakarta. Ia memulai karirnya sebagai model sebelum kemudian memasuki dunia sinema Indonesia. Nia adalah putri dari pasangan pemain film terkenal Indonesia Dicky Zulkarnaen dan Mieke Wijaya. Ia menikah dengan Ari Sihasale,aktor film Indonesia setelah sebelumnya menikah dengan pembalap mobil yang meninggal dalam kecelakaan mobil.

   

Festival Director Message

Melintasi Tapal Batas

Sebuah festival film semestinya menjadi “rumah” bagi  para pembuat film untuk mempertontonkan karya terbaiknya dan ruang intim untuk berdialog dengan penontonnya. Inilah janji yang kami ikrarkan tatkala mengorganisir  Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) tiga tahun silam. Pada JAFF tahun ini kami masih memegang teguh janji itu dan berusaha menerjemahkan sebaik mungkin lewat program yang kami rancang.

   

Mandiri Lewat Lembaga Donor

Mandiri Lewat Lembaga Donor

JAFF, sebagai sebuah festival film, JAFF tidak hanya menghadirkan tontonan film saja, namun juga program Public Lecture. Salah satu program public lecture JAFF tahun ini adalah  workshop yang berjudul "Global Fund : Rise, Deal, and Shine!". Acara ini akan digelar pada hari Kamis (6/8/2009) dan bertempat di Taman Budaya Yogyakarta. Tujuan dari diadakannya workshop ini adalah memotivasi para pegiat film untuk berani mandiri dalam mendanai ide film yang mereka buat.

   

Page 1 of 2