image
Danial Rifki/10 mins/Indonesia/2007

Karena Aku Sayang Markus

Markus terkena virus HIV sejak lahir. Teman serta sekolah menjauhinya. Hanya Ajeng teman kelasnya yang dapat menerimanya....Intip
 

Message to the Faithful

Setiap tahun ketika Saya bekerja dengan JAFF, Saya selalu terkejut bahwa kami berhasil melaksanakannya. Tiap tahunnya merupakan perjuangan yang luar biasa. Dan ini merupakan kesadaran yang dalam bahwa festival ini merupakan hadiah bagi kalian, kontribusi JAFF dalam dunia perfilman di Jogjakarta.

Keajaiban tahun ini juga tak jauh berbeda. Memang tak ada gempa bumi seperti tahun pertama, namun tahun ini merupakan tahun pemilu. Ini berarti hampir semua sokongan  dana pindah ke partai-partai politik dan jika Anda berada di organisasi budaya seperti kami, maka ini merupakan perjuangan!

Seleksi tahun ini merupakan harta karun yang tercuri seperti biasanya. Ada banyak harta berharga yang bisa direkomendasikan. Saya ingin memulainya dengan ‘The Longing’ garapan Azharr Rudin yang banyak dicari festival-festival lain. Pusat perfilman di Johor Bahru, kampong halaman Azharr Rudin, berada di wilayah Bukit Chagar, adalah perumahan umum pertama (bagi masyarakat berpenghasilan rendah) di kota tersebut. Diresmikan oleh Perdana Menteri Malaysia tahun 1980-an dan berada di tengah kota. Film ini bercerita tentang perasaan kehilangan yang mendalam, rasa taka man dan penggusuran, dan kedalaman emosi dari sang pembuat film tentang tokoh dan setting film ini.

Dan juga ada ‘Malaysian Gods’ bikinan Amir Muhammad yang memerlukan ijin dari kepolisian Singapura untuk pidato dari Amir Muhammad sebelum pemutarannya di Singapore International Film Festival tahun ini. Dua negara ini tak hanya dihubungkan dengan kedekatan wilayah namun juga dengan selera pada absurditas. Mengutip kata-kata Amir: Malaysian Gods adalah sesuatu yang Saya buat untuk memperingati
 peringatan 10 tahun demonstrasi anti pemerintah tanggal 20 September 1998 di Kuala Lumpur.

Judul ini dipilih karena kami di Malaysia memiliki kebiasaan buruk dalam memperlakukan para politisi kita seperti dewa. Jadi ini adalah sindiran dari hal itu.” Seperti yang sudah Saya katakana sebelumnya, Malaysia dan Singapura tak hanya dihubungkan dengan kedekatan wilayah.

Dan jangan lewatkan film besutan Uruphong Raksasad ‘Agrarian Utopia’, merupakan film dengan gambar indah yang pernah Saya saksikan atau ‘Blind Pig Who Wants To Fly’ bikinan Edwin, yang tak dapat diputar di Singapura karena masalah sensor. Saksikanlah apa yang ‘kami’ lewatkan!

Dan terakhir, bagi para pecinta film berlatar belakang sejarah, Anda dimanjakan dengan Tribut untuk Sutradara Sri Lanka, Dharmasena Pathiraja. Pathiraja merupakan gelombang baru di Sri Lanka. Karyanya pada tahun 1970-an membuka jalan bagi munculnya sutrasara-sutradara baru di tahun 1990-an. Jika hanya ada sebuah film yang harus Anda tonton tahun ini, maka itu tak akan cukup membuat Anda puas. Anda harus menyaksikan ketiganya - The Wasps Are Here (1978), Ponmani (1978) and On the Run (1980).

Dan jika Anda beruntung, Anda bisa bertemu muka langsung dengannya. Oke, matikan lampunya sekarang!

Philip Cheah - Festival Curator